*Oleh: Azzura Al-Bimawi
Di bawah naungan langit biru dengan segala hiasannya yang indah tiada tara
Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang masih didapatkan curahan rahmat dan berbagai nikmat yang tak bisa diuraikan per kata, karena pena ini akan terbujur kaku untuk menguraikannya,,,...
Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang masih didapatkan curahan rahmat dan berbagai nikmat yang tak bisa diuraikan per kata, karena pena ini akan terbujur kaku untuk menguraikannya,,,...
TAPI,,,...
Derap langkah yang kian lelah mengingatkan akan sebuah kisah yang teramat memadati relung hati, perlahan terbesit dalam intuisi hingga tak bisa dielakkan semua memori tentang sang kisah, kisah yang tak berujung hingga maknanya pun dimaknai dengan terbata,,,
Masih terekam dalam memori tentang kisah yang pernah di uraikan, masih terdeteksi dalam intuisi tentang alur yang sempat dilewati, seolah sang waktu melaju dengan lamban dan seakan sang waktu berputar mundur,,,
Mozaik kehidupan harus terus ditata, agar senantiasa tidak terjatuh pada labirin yang sama, ketika puing-puing mozaik itu berhasil di rangkul, jangan biarkan ia lepas dan berantakan, karena mengembalikannya sangat amat sukar tuk di lakukan,,,
Sesungging senyuman yang merekah akan senantiasa teralamatkan, ibarat sebuah bingkisan, senyuman itu adalah bingkisan paling istimewa yang berhasil di kemas dengan pernik memukau,,,... jangan biarkan bingkisan itu kehilangan rupa, jaga dan rawat lah bingkisan itu,,,
Ketika angka-angka rontok berjatuhan, tanpa disadari telah banyak hari yang terlewati,,,akankah sebuah kisah yang menggantung didada kembali bersua pada angka yang telah ditentukan?
Entahlah,,,
Semuanya semu dalam menguraikan kisah,,,
Semuanya terlena dengan permainan kata-kata,,,
Semuanya terbuai dengan lamunan
Semoga,,,...
Tak akan ada waktu dalam mengenang hari yang telah berlalu karena semuanya akan terbawa dalam kebekuan jiwa
Semoga,,,..
Tak akan pernah sempat mampir dalam dunia lamunan,karena itu hanya semu yang berkepanjangan dan tak pernah menyadarkan sang tuan untuk bangkit dari ruang kosong yang dijanjikan...,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar