*Oleh: AZZURA AL-BIMAWI
Bismillahirahmanirrahim
Assalamu’alaykum Warrahmatullah Wabarakatuh
Salamku, untukmu wahai sahabatku.
Sahabatku...
Ingin aku mengatakan sesuatu padamu…
Maaf bila aku lancang mengganggu waktumu...
Tapi, aku harus mengatakannya karena rasa ini telah membuncah…
Sahabatku,
Lambat laun ada tetesan tak berbunyi mengalir di pipi, ada haru dalam jiwa, bayangan dalam ingatan bagai puzzle-puzzle yang menghipnotis dan membuatku merasakan perih yang mendalam, ingatan akan canda tawa, suka duka bersama kalian membuatku tak bisa berkutat.
Sahabatku
Jauh dalam relung hatiku
Ingin aku berbagi cerita canda denganmu...
Menyusun kembali puzzle ingatan yang sempat ditata
Sungguh aku terkenang dikala kita tertawa senang, dikala kita sedih saling berbagi, dikala gundah menyelimuti kita salaing menasehati…
Sungguh aku terkenang dikala kita tertawa senang, dikala kita sedih saling berbagi, dikala gundah menyelimuti kita salaing menasehati…
Sahabatku,
Sungguh ukhuwah ini sangat member kedamaian dalam samudera jiwa, member begitu banyak warna dalam kehidupanku, member berjuta hikmah dalam samudera cinta yang kedalamannya tak terukur namun terasa menghidupkan jiwa.
Sahabatku
Aku masih ingat dikala aku terpuruk, menangis, kalian semua berusaha menghapus kesedihanku dengan cerita cerita humor, membawakan aku sebingkai senyuman indah yang sangat merekah, menyajikan lembaran nasehat yang sangat menyentuh, menggenggam erat jemariku yang sempat rapuh, aku bahagia banget dan terhibur dengan kehadiranmu…
Sahabatku
Dikala aku gundah gulana, engkau menasehatiku, memberi pandangan padaku,dan jalan keluar supaya kegundahanku hilang, sungguh aku berhutang budi padamu sahabatku... Terima kasih
Tapi kini, waktuku seolah tak memberi peluang untuk bercengkrama denganmu lagi, waktu seakan menelusup jauh meninggalkan cerita kita. Sungguh aku sangat sedih, tidak mungkin kesedihan ini aku tampakkan dihadapan kalian, dan tak terasa sebentar lagi aku akan kehilangan kalian. Kehilangan bukan berarti aku akan menjauh, kehilangan bukan berarti aku menghapus semua tentang kalian dalam cerita ku, mungkin dengan kehilangan ini kelak kita akan dikumpulkan lagi dalam keadaan yang lebih baik, keadaan dimana aku, kamu, dia dan mereka sudah menjadi orang sukses. Amin
Mohon dimaklum sahabatku, ini bukan hanya rangkaian kata yang aku goreskan, goresan ini mewakili isi hatiku yang tak sanggup berpisah dengan kalian.
Dalam hati kecilku tertulis jelas nama dan kebaikanmu, telah tertancap kuat dan mengakar dalam sanubari bahwa kalian adalah saudaraku yang aku sangat cintai karena ALLAH Subhana Wa Ta’ala.
Kapankah waktu untuk bersua itu? Bisakah kau bisikkan padaku? Karena aku tak sabar menanti waktu itu, biarkan aku menyiapkan bekal yang cukup untuk bertemu kalian, bercengkrama saling berpandang mata, mengulas kembali cerita yang telah dirajut. Aku menunggu waktu itu sahabatku.
Sahabatku
Waktu ke waktu begitu cepat berlalu, hingga hentakan kaki sahabatku sulit ku deteksi.
Hari berganti bulan
Bulan berganti tahun
Satu demi satu engkau hilang...
1 Pintaku, jangan pernah kau tak mengabarkan padaku tentang apa yang kau rasakan. Karena aku sangat mengkhawtirkan kalian sahabatku.
Sahabatku,
Kalian hadir dalam hidupku karena sebuah alasan, kalian datang menawarkan kebahagiaan dan terkadang juga kekecewaan, tapi aku tidak akan mempedulikan kekecewaan yang kalian suguhkan, Tapi aku percaya dan berusaha meyakini dalam hati, kalian datang dan akan menetap sepanjang masa dalam hidupku.
Sungguh aku ingin meminta sesuatu mumpung kita masih bersama...
Sahabatku...mohon dibukakan pintu maafmu untukku
Sungguh aku ingin meminta sesuatu mumpung kita masih bersama...
Sahabatku...mohon dibukakan pintu maafmu untukku
aku yang selalu mengusik hidupmu
Cerewet padamu
Cerewet padamu
merepotkanmu setiap saat
Maafkanlah..
Sahabatku
Kenanglah aku sebagai sahabatmu
Simpanlah aku dalam kenanganmu
Tulislah aku dengan kuas sejarahmu
Air mata kerinduan selalu mengalir berharap bertemu kembali setelah waktu berpisah itu menghampiri...menumpahkan semua ceritaku,semuanya...
Tapi apa dayaku..Semua kita kembalikan pada kehendak Sang Maha Kuasa Allah Subhana Wa Ta’ala.
Maafkanlah..
Sahabatku
Kenanglah aku sebagai sahabatmu
Simpanlah aku dalam kenanganmu
Tulislah aku dengan kuas sejarahmu
Air mata kerinduan selalu mengalir berharap bertemu kembali setelah waktu berpisah itu menghampiri...menumpahkan semua ceritaku,semuanya...
Tapi apa dayaku..Semua kita kembalikan pada kehendak Sang Maha Kuasa Allah Subhana Wa Ta’ala.
Sahabatku,
Bila hati ini belum mampu sempurna menjadi sosok saudari dan sahabat yang baik, aku sangat berharap dengan waktu yang tersisa diperjalanan hidup adalah untaian kasih dan do’a keberkahan untuk saudara-saudariku dijalan ALLAH. Syahdu senandung jiwa mengalun, semoga ALLAH mencintai kita. ALLAHUMA AMIN.
Sebagai bentuk Sayangku Padamu Duhai sahabatku
Aku akan mengingatmu dalam untaian do’aku, somoga aku, kamu, dia, dan mereka selalu dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta’ala. Semoga kita Tetap Istiqomah dijalan-Nya,
Salam Rinduku Untukmu Sahabatku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar