Pelangi

Rabu, 26 Oktober 2011

" Agar Kita Terjaga "


TIDAK!!! Islam Tidak Mengharamkan Cinta, Islam Hanya Mengatur!!!
oleh Panduan Pernikahan Dalam Islam pada 07 Oktober 2011 jam 20:52
Islam sebagai agama paripurna, tidak membiarkan satupun masalah tanpa aturan. Lha wong cara berpakaian, mandi, buang air dan hal-hal kecil lainnya ada aturanya, maka bagaimana mungkin urusan cinta yang menjadi keharusan hidup manusia normal akan tanpa aturan. Itu mustahil. Benarlah Salman Al Farisi radliyallahu’anhu tatkala ditanya :

“Apakah nabimu sudah mengajarkan segala sesuatu sampai masalah adab buang air besar ?”, maka beliau menjawab Ya, Rosululloh sudah mengajarkannya, beliau melarang kami untuk menghadap dan membelakangi kiblat dan memerintahkan kami untuk beristinjak dengan tiga batu dan melarang kami untuk beristinjak dengan kotoran dan tulang.”

Alloh  Berfirman :“Pada Hari ini telah kusempurnakan agama kalian, dan telah Ku sempurnakan nikmatku kepadamu dan Aku rela islamsebagai agamamu.” (Al Maidah : 3).

Obat Tatkala Cinta Menyapa

Upaya preventif di masa sehat tidak sepatutnya ditinggalkan. Dan ketika sebab-sebab penyakit itu telah diketahui, maka wajib dijauhi. Ketika suatu penyakit sudah menimpa, maka kita  harus segera pergi ke Dokter sebelum penyakitnya menjadi kronis.

Nah,,,bagaimankah cara mengobati diri, tatkala si Cinta menyapa di dalam dada??? agar si Cinta tidak menjadi petaka bagi yang merasakannya. Adapun cara-cara mengobatinya adalah sebagai berikut: 

1. Nikah, Nikah!!!
Rasulullah  bersabda : “Kami tidak pernah mendapatkan suatu ikatakan bagi orang yangt saling mencintai yang serupa dengan ikatan pernikahan.’” (Riwayat Abdurrazzaq, Ibnu Majah, At Thabrany, Al Hakim, Al Baihaqy dan dishahihkan oleh Al Albany).

Inilah obat yang paling jitu bagi orang yang sedang di mabuk cinta, karena menikah dapat mengobati cinta yang menggelora. Tapi kalau belum mampu menikah, maka perbanyaklah berpuasa.

2. Jangan Berdua-duaan!!!
Tatkala seseorang tidak mampu merealisasikan cintanya dalam ikatan yang suci, maka dia harus berusaha mencari obat dari mabuk cinta tersebut agar dia tidak larut dalam kesengsaraan [alias Merana,,,,???].

Adapun salah satu caranya adalah tidak berdua-duaan [berkhalwat] dengan orang yang di cintai, karena apabila hal tersebut terjadi maka setan akan semakin memperkeruh masalah.

Sahabat Jabir radhiallahu’an menuturkan, Rasulullah  bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari akhir, maka janganlah seseorang berduaan dengan seorang wanita tanpa disertai tanpa disertai mahramnya. Sebab, ketiganya adalah setan.”[HR. Ahmad dalam al-Musnad 3/339, dan hadits ini Hasan dengan pendukung-pendukungnya. Lihat, Shahih al-Jami’, no.6506]
  
3. Jaga Pandangan!!!
Ketahuilah bahwa permulaan cinta itu pada umumnya terjadi ketika memandang kepada rupa yang menawan. Diprolehnya cinta dengan pandangan ini ada tandanya. Yaitu ketika pandangan tertuju kepada sesuatu yang indah, maka hatinya berdebar-debar nyaris terbang kepadanya. Jika dia menarik pandangannya, maka hatinya gelisah sehingga kembali melihatnya. Ini adalah tanda cinta, betul nggak???

Di dalam Musnad Imam Ahmad, diriwayatkan dari Rasulullah  bersabda: 

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari  Kiamat.”

4. Jaga Ucapan
Pikirkan tentang perbincanganmu dengan kekasihmu. Sebab kamu akan dimintai pertanggung jawaban tentang apa yang kamu katakan. Karena pembicaraan dapat menyalakan api cinta. 

Dari Abu Hurairah radhiallahu’an, bahwa dia mendengar Rasulullah  bersabda:

“Seorang hamba berkata-kata dengan suatu perkataan yang dapat menggelincirkannya dalam api neraka, yang jaraknya sejauh antara timur dan barat.”[HR. Bukhari no. 6477 Kitab ar-Riqaq, dan Muslim no. 49 Kitab az-Zuhud ].
  
5. Kembalilah Kepada Allah
Wahai orang-orang yang lagi mabuk cinta, mari kita renungkan firman Allah berikut ini:

:“Sesunguhnya orang-orang yang beriman yaitu adalah orang-orang yang ketika disebut nama Alloh maka bergetarlah hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayatnya maka bertambahlah iman mereka karenanya. Dan kepada Robbnya mereka bertawakkal(Al Anfal : 2)

Bertanyalah pada diri kita masing-masing, hatimu bergetar saat disebut nama-Nya ataukah nama nya ???  “Mintalah fatwa pada dirimu sendiri”begitulah kata Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam.

Bukankah cinta ini yang menjadikan Handlolah radliyallahu’anhu meninggalkan malam pertamanya untuk pergi perang lalu meninggal dalam keadaan masih junub ? Bukankah cinta ini yang menjadikan Bilal bin Robah radliyallahu’anhu mampu menahan derita yang tak terkira ? begitu pulalah Ammar bin Yasir, Kholid bin Walid dan lainnya radliyallahu’anhum.
6. Sibukkan Diri Dengan Hal-Hal yang Bermanfaat

Karena cinta adalah pekerjaan orang yang menganggur. Ia membayangkan wajah orang yang dicintainya dalam sepi karena kerinduannya kepadanya. Tatkala seseorang menyibukkan hatinya dengan sesuatu hal yang bermamfaat baik dalam perkara agama maupun dunia, maka pelan-pelan dia akan bisa melupakan sang kekasih pujaan, dan cinta yang menggelora tersebut menjadi surut sehingga terlupakan.

7. Ingatlah Aib-Aib (kekurangan) orang yang diCintai
Di antara yang dapat meyembuhkan batin ialah kamu memikirkan sehingga kamu mengetahui orang yang kamu cintai tidak seperti yang terdapat dalam hatimu. Renungkanlah aib-aibnya, maka kamu akan terhibur.

8. Perbanyaklah Berdo’a, Berdzikir dan Bersabarlah
Ya,,,berdo’alah kepada Allah  agar perasaan yang menggelora tersebut bisa hilang dan perbanyaklah dzikir kepada-Nya, karena dengan mengingat Allah  hati akan menjadi tenang.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram karena mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28).

Iniliah urain singkat mengenai cinta dan cara memenej-nya, agar kita bisa merasakan cinta itu sebagai suatu anugerah dari Allah  yang mendatangkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak. Dan agar kita terjaga, dari gelora cinta yang bisa menjerumuskan ke dalam lembah kesengsaraan.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad  , keluarga dan para sahabatnya beserta orang yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kiamat

Wa akhiru da’wana ‘anil Hamdi lillahi Robbil Alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar