Pelangi

Kamis, 26 Juli 2012

Muhasabah...^^


# Mengobati Jiwa dengan Muhasabah #



Ketika jiwa ammarah bis-su’ menguasai kalbu, berarti kalbu dalam bahaya yang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, sangat diperlukan upaya pengobatannya. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa pengobatannya dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara muhasabah dan mukhalafah. Mukhalafah artinya menentang jiwa al-ammarah, tidak menuruti kemauannya. Adapun muhasabah artinya senantiasa mengintrospeksi diri.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“Kehancuran kalbu adalah dengan tidak melakukan muhasabah dan memperturutkan kemauannya.”

Dari sini, kita mengetahui betapa pentingnya peran muhasabah dalam mengobati jiwa. Tak heran apabila kita dapati para pendahulu kita sangat memperhatikan dan menganjurkannya.

Umar ibnul Khaththab radhiyallahu 'anhu mengatakan,

“Bermuhasabahlah kalian pada diri kalian sebelum amal kalian dihisab, timbanglah amal diri kalian sebelum kalian ditimbang. Sesungguhnya hal itu lebih ringan bagi kalian besok di akhirat dengan kalian hisab diri kalian pada hari ini….” (Ighatsatul Lahafan)


Abu Musa mengatakan,


“Bermuhasabahlah pada dirimu dalam keadaan lapang, sebelum hisab di saat yang susah.” (Ghidza’ul Albab, 2/350)

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan, “Engkau tidak akan menjumpai seorang mukmin melainkan dia akan mengintrospeksi dirinya, ‘Wahai jiwaku, apa yang hendak kau lakukan?’ ‘Wahai jiwaku, apa yang hendak engkau makan, apa yang hendak engkau minum (haram atau halal –pen.)?’ Sementara itu, seorang pendosa akan berlalu saja tanpa mengintrospeksi dirinya.

Beliau juga mengatakan, “Sesungguhnya seorang hamba tetap dalam keadaan baik selama masih ada penasihat dari jiwanya dan muhasabah selalu menjadi pikirannya.”

Maimun bin Mihran rahimahullah mengatakan, “Seseorang tidak dikatakan bertakwa sampai dia menghisab dirinya melebihi seorang pengusaha mengoreksi teman serikat usahanya. Oleh karena itu, dikatakan, ‘Jiwa itu bagaikan teman serikat kerja yang pengkhianat. Kalau engkau tidak benar-benar mengawasinya, dia akan membawa pergi hartamu’.”
 
( Oleh: Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc)
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar